Menelusuk Pengertian RUP (Rational Unified Process)

Pengertian RUP

rupApa sebetulnya RUP itu? Berdasarkan buku Agility and Discipline Made Easy: Practices from OpenUP and RUP, RUP merupakan framework proses yang banyak diadopsi dan digunakan oleh puluhan ribu proyek mulai dari tim dengan dua anggota hingga tim dengan ratusan anggota, pada berbagai industri di seluruh dunia. RUP bercabang, salah atunya adalah EPF (Eclipse Process Framework) dengan sebuah volume tambahan konten proses yang besar, memungkinkan tim pengembangan untuk mengukur proses mereka untuk melakukan hal berikut:

  • Melakukan distribusi atau pengembangan skala besar yang membutuhkan lebih banyak serangkaian aturan, seperti persyaratan traceability, model analisis, model-driven architecture (MDA), atau pengujian beban dan kinerja secara komprehensif.
  • Mengembangkan sistem yang menggunakan alat IBM, memberikan panduan khusus tentang teknologi yang relevan seperti J2EE dan .NET, dan menggunakan IBM beserta turunan-turunan atau keluarganya.
  • Mengembangkan sistem yang mengikuti standar industri seperti ISO 9001, SEI CMMI, atau SOX.
  • Mengatur proses berorientasi projek menjadi proses enterprise, seperti program dan portofolio manajemen; rekayasa sistem; penggunaan ulang enterprise; pemodelan bisnis dan simulasi; atau SOA berskala enterprise.

Read the full post »

Pengantar Analisa dan Desain Berbasis Objek

Ketika pemrograman berorientasi obyek ditemukan, pada 1990-an, pengembang menciptakan metodologi berorientasi objek, lebih cocok untuk gaya pemrograman berorientasi objek. Metodologi berorientasi objek awal menyertakan metode Booch [Booch 93], Objectory [Jacobson et al. 92] dan OMT [Rumbaugh et al. 91]. Hari-hari ini, salah satu metodologi yang memimpin pasar adalah Rational Unified Process (RUP) [Jacobson et al. 99], yang dimiliki oleh IBM (www.rational.com). Secara kasar, RUP adalah konvergensi Objectory, Booch dan OMT. Metodologi lain yang mulai populer adalah extreme programming (XP) [Beck 99], yang disebut metodologi ‘agile‘ – dalam konteks pengembangan perangkat lunak, agile berarti Responsif. Pada postingan selanjutnya, saya akan membahas Apa Itu RUP.

Apakah Objek Itu?

Objek adalah suatu benda, entitas, kata benda, sesuatu yang Anda dapat ambil atau tendang, raba, apa pun yang dapat Anda bayangkan yang memiliki identitasnya sendiri. Beberapa benda hidup, ada juga yang tidak. Contoh dari dunia nyata termasuk mobil, manusia, rumah, meja, anjing, tanaman pot, buku cek atau jas hujan.

Semua objek memiliki atribut: misalnya, mobil memiliki produsen, nomor model, warna dan harga; anjing memiliki jenis, usia, warna dan mainan favorit. Objek juga memiliki perilaku: mobil dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan anjing mengonggong.

objek

Objek

Read the full post »

Software Process

Tulisan ini khusus untuk topik Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak). Sebelum menyimak lebih lanjut tentang apa itu software process, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang akan anda simak dari isi tulisan ini dan Apa yang akan anda dapatkan setelah membaca tulisan ini.

Tujuan dari penulisan artikel ini tidak lain adalah untuk memperkenalkan pada anda ide sebuah proses perangkat lunak—seperangkat kegiatan untuk produksi perangkat lunak.

Setelah membaca tulisan ini, apa yang akan anda dapatkan?

  • Memahami konsep proses software dan model proses software;
  • Mengenali tiga proses model software generik dan kapan ketiganya akan digunakan;
  • Mengetahui tentang aktivitas proses dasar software requirement engineering, pengembangan software, testing dan evolusi;
  • Memahami mengapa proses-proses harus diatur untuk mengatasi perubahan dalam software requirement dan desain software;
  • Memahami bagaimana Relational Unified Process mengintegrasikan praktik rekayasa perangkat lunak yang baik untuk membuat proses software yang dapat diadopsi.

Pengertian Software Process

Software process adalah seperangkat aktivitas-aktivitas yang terhubung yang memandu pada pembuatan sebuah produk software. Aktivitas ini dapat melibatkan pengembangan software mulai dari awal dalam bahasa pemroraman standar seperti Java atau C. Namun, aplikasi bisnis belum tentu dikembangkan dengan cara ini.

Ada banyak ragam software process tetapi secara keseluruhan harus meliputi empat aktivitas yang mendasar pada software process.

  1. Software specification. Fungsionalitas software dan batasan operasinya harus didefinisikan.
  2. Software design dan implementasi. Software untuk memenuhi spesifikasi harus diproduksi.
  3. Software validation. Software marus divalidasi untuk memastikan bahwa softtware tersebut bekerja sesuai kebutuhan customer.
  4. Software evolution. Software harus berkembang untuk memenuhi perubahan kebutuhan customer.

Meskipun tidak ada software process yang ideal, ada batasan untuk meningkatkan software process di banyak organisasi. Proses mungkin saja meliputi teknik yang telah usang atau mungkin tidak bercermin dari best practice rekayasa perangkat lunak di dunia industri.

Software process dapat ditingkatkan dengan standarisasi proes dimana keberagaman dalam sofware process di suatu organisasi dikurangi.

 

Model Software Process

Aktivitas Proses

Mengatasi Perubahan

Rational Unified Process

Referensi

A project of the IEEE Computer Society Professional Practices Committee. (2004). Guide to the Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK). Los Alamitos, California: Angela Burgess.

Florac, W. A., & Carleton, A. D. (1999). Measuring the Software Process. Indianapolis: Pearson Education.

Humphrey, W. S. (1989). Managing the Software Process. Michigan: Addison-Wesley.

Sommerville, I. (2010). Software Engineering. Massachusetts, USA: Addison-Wesley.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.